Berita
Pencarian Bulan Tahun
Share on Google+ twitter facebook
Masih Punya Hutang Puasa? Ini Ketentuan Mengganti Puasa dengan Fidyah
Di tulis oleh : Dila Nurfadila Pada tanggal 2019-03-21 18:44:55

Bagi umat muslim mengganti puasa Ramadhan di hari biasa adalah hal yang wajib bagi seorang yang mampu secara jasmani dan rohani. Lalu bagaimana dengan seseorang yang dikategorikan tidak mampu mengganti puasa Ramadhan? Di antaranya wanita hamil, lansia atau jompo, wanita yang sedang menyusui, dan orang yang memiliki sakit menahun sehingga tidak bisa dipastikan kapan akan sembuhnya.

Sebagaimana yang diterangkan dalam Alquran “(Yaitu) beberapa hari tertentu. Maka barangsiapa di antara kamu sakit atau dalam perjalanan (lalu tidak berpuasa), maka (wajib mengganti) sebanyak hari (yang tidak berpuasa itu) pada hari-hari yang lain. Dan bagi orang yang berat menjalankannya, wajib membayar fidyah, yaitu memberi makan seorang miskin. Tetapi barangsiapa dengan kerelaan hati mengerjakan kebajikan, maka itu lebih baik baginya, dan puasamu itu lebih baik bagimu jika kamu mengetahui.” (QS. Al-Baqarah: 184)

Orang-orang yang tidak mampu mengganti hutang puasanya, maka dikenai kewajiban membayar fidyah yang diberikan kepada fakir miskin. Fidyah adalah sesuatu yang harus diberikan kepada orang miskin, berupa makanan, sebagai pengganti karena dia meninggalkan puasa.

Lalu bagaimana cara membayar fidyah?
1. Menghitung jumlah hari tak berpuasa
2. Diniatkan untuk membayar fidyah
3. Mendatangi pengelola zakat atau ke kantor Baznas setempat
4. Menyampaikan maksud untuk membayar fidyah ke panitia zakat
5. Pengelola zakat akan membacakan doa dan akad sebagai tanda fidyah telah dibayarkan.

Lalu kapan bisa membayar fidyah?
Sebagaimana yang dilakukan oleh sahabat Anas bin Malik ketika beliau telah tua: Yang tidak boleh dilaksanakan adalah pembayaran fidyah yang dilakukan sebelum Ramadhan. Misalnya, ada orang sakit yang tidak dapat diharapkan lagi kesembuhannya, kemudian ketika bulan Sya’ban telah datang, dia sudah lebih dahulu membayar fidyah. Maka yang seperti ini tidak diperbolehkan. Ia harus menunggu sampai bulan Ramadhan benar-benar telah masuk, barulah ia boleh membayarkan fidyah ketika hari itu juga atau bisa ditumpuk di akhir Ramadhan.

*Dikutip dari berbagai sumber



--------------------------------------
dibaca 69 kali



 Komentar

(tidak ada komentar)


 Tulis Komentar

Nama
Email (dirahasiakan)
Komentar


Berita Terbaru

Kembali Jalani Kontrol dengan Dokter Bedah Saraf, Ayu Akan Operasi Kedua
Selasa, 23/04/2019

Bantuan Biaya Hidup Disalurkan Rumah Yatim Bagi Lansia di Sukomanunggal
Selasa, 23/04/2019

Berbagi Kebahagiaan Bersama Anak Yatim dan Dhuafa di Klampis Ngasem
Selasa, 23/04/2019

Dukung Prestasi Yatim Dhuafa Pekayon Lewat Santunan Beasiswa Rutin
Selasa, 23/04/2019

Bantuan Sembako Diberikan Bagi Masyarakat Prasejahtera Dua Desa di Leuwiliang
Selasa, 23/04/2019

Rumah Yatim Gelar Penyuluhan dan Pemeriksaan Gratis di Daerah Krisis Kesehatan
Selasa, 23/04/2019

Rumah Yatim Banjarbaru Raih Penghargaan Lembaga Kesejahteraan Sosial Berprestasi
Selasa, 23/04/2019

Solihudin Bersyukur Adanya Bantuan Sembako dari Rumah Yatim
Selasa, 23/04/2019

Masyarakat Prasejahtera di Sukomanunggal Terima Bantuan Sembako
Selasa, 23/04/2019

Ketua Yasni Bersyukur Rumah Yatim Bisa Beri Bantuan Bagi Yatim dan Dhuafa
Senin, 22/04/2019

120 Anak Yatim dan Dhuafa Terima Paket Sembako Rumah Yatim
Senin, 22/04/2019

Lansia dan Buruh Cuci di Pejaten Timur Dapat Bantuan Paket Sembako
Senin, 22/04/2019

Beri Semangat Yatim dan Dhuafa Tambun Lewat Bantuan Beasiswa
Senin, 22/04/2019

Pantau Perkembangan Kesehatan, Anak Asuh Lodaya Jalani Tes Kesehatan
Senin, 22/04/2019

Aktor Aiman Ricky Adakan Syukuran Bersama Anak Asuh Bintaro
Minggu, 21/04/2019

Ava, Mahasiswa Emory University Berbagi Ilmu Bersama Anak Asuh Rumah Yatim
Sabtu, 20/04/2019

Rumah Yatim Beri Bantuan Peduli Sesama pada Nuriman Penderita Kanker
Sabtu, 20/04/2019



 
Rumah Yatim
Find Us
Kemitraan
Hubungi Kami di