Klik disini untuk lihat Website Rumah Yatim versi Baru
Berita
Pencarian Bulan Tahun
Share on Google+ twitter facebook
Kisah Keluarga Nenek Salamah Bertahan di Mushola Pasca Tsunami
Di tulis oleh : Calam Rahmat Pada tanggal 2018-12-27 08:37:55

Kisah pilu terus membiru, di mushola itu satu keluarga hidup dan bertahan. Masih teringat jelas gemuruh air yang meluluhlantahkan bangunan rumah dan membawa mereka. Tidak ada harta bahkan baju yang dipakai menjadi satu-satunya barang berharga yang saat ini dimiliki. 

Wajahnya tak kuat menahan haru, saat tim relawan Rumah Yatim datang bersilaturahmi ke keluarga nenek Salamah. Ia berbincang dengan cukup lirih, menahan air mata atas tragedi alam yang menimpa mereka. Teringat, malam purnama akhir pekan kemarin menjadi luka yang mungkin akan membekas hingga nanti.

Hanya bangunan mushola dan karpet hijau menjadi penghangat saat malam tiba. Rasa nyaman masih cukup bisa dinikmati. Namun, rasa was-was masih terus menghantui. Apalagi hujan masih cukup deras mengguyur wilayah nenek Salamah tinggal. Bahkan sirine peringatan tsunami yang terus berbunyi menjadi hantu yang terus berdenging.

Menurut pemaparan relawan Rumah Yatim Regional Jabodetabek, Nurul Fitri, seluruhnya merupakan satu keluarga dari nenek Salamah, yang saat ini masih tinggal sementara di mushola tersebut. Hal itu dikarenakan rumah-rumah mereka seluruhnya hancur terkena tsunami yang menerjang akhir pekan lalu.

"Sampai saat ini juga ada salah satu keluarganya yang belum ditemukan," papar Nurul.

Ia menambahkan, kedatangan tim relawan di hari kemarin untuk membagikan paket makanan bagi keluarga tersebut. Mereka adalah sebagian kecil dari ratusan korban lainnya yang saat ini tinggal dan tersebar di sejumlah titik di Kecamatan Sumur, Kabupaten Pandeglang.

"Saat kita memberikan makanan, mereka langsung memakannya karena belum makan," paparnya.

Keluarga nenek Salamah, hanya satu dari ribuan keluarga lainnya yang saat ini harus bertahan seadanya. Bantuan dan dorongan semangat dari sejumlah pihak, kata Nurul, menjadi pengobat pilu. Bantuan makanan menjadi prioritas utama untuk mereka yang saat ini masih bertahan di posko-posko penampungan sementara.

Di sisi lain, di waktu yang hampir bersamaan tim relawan Rumah Yatim Regional Jabodetabek membagikan 500 paket makanan siap saji kepada para korban. Seluruh makanan dibagikan dengan cara mendatangi setiap posko penampungan. Di antaranya mushola, rumah-rumah warga, dan tenda-tenda kecil darurat.



--------------------------------------
dibaca 2056 kali



 Komentar

(tidak ada komentar)


 Tulis Komentar

Nama
Email (dirahasiakan)
Komentar


Berita Terbaru

Titania, Anak Asuh Bintaro Raih Peringkat 1 Berturut-turut di MI Nurul Iman
Sabtu, 20/07/2019

Pelatihan Menjahit IIB Darmajaya Sebagai Bekal Masa Depan Anak Asuh
Sabtu, 20/07/2019

Pengajar IIB Darmajaya Bekali Anak Asuh Rumah Yatim Keterampilan Menjahit
Sabtu, 20/07/2019

Uji Kreativitas Anak Asuh Kemang dengan Belajar Membuat Kaligrafi
Sabtu, 20/07/2019

Hidup Sebatang Kara, Maryatun Terima Bantuan Rumah Yatim
Sabtu, 20/07/2019

Sepuluh Keluarga Dhuafa di Tegal Barat Dapat Bantuan Rumah Yatim
Sabtu, 20/07/2019

Ajarkan Rasa Syukur, Asrama Kemang Libatkan Anak Asuh Salurkan Beasiswa
Sabtu, 20/07/2019

Rumah Yatim Bantu Pendidikan Anak Kurang Mampu di Kemang
Sabtu, 20/07/2019

Semangat Anak Asuh Kemang Jalani Tes Hafalan Antar Teman
Sabtu, 20/07/2019

Masuki Ajaran Baru, Lisa Terima Penghargaan dari SMP Al Mizan
Sabtu, 20/07/2019

Tak Miliki Bahan Pangan, Patijah Terima Sembako Rumah Yatim
Jum'at, 19/07/2019

Dokter Sandi: Telinga Alifah Alami Gangguan Serius
Jum'at, 19/07/2019

700 Orang Prasejahtera di Girimulyo Terima Bantuan Paket Sembako
Jum'at, 19/07/2019

Rumah Yatim Beri Alat Bantu Dengar untuk Alifah
Jum'at, 19/07/2019

Semangat Pantang Menyerah Dedi Agar Alifah Dapat Mendengar
Jum'at, 19/07/2019

Rumah Yatim Salurkan Bantuan untuk Guru Honorer di SD Ma'had As Sakinah
Jum'at, 19/07/2019

Ketiga Kalinya, Teh Kotak Gandeng Rumah Yatim Salurkan Bantuan Alat Sekolah
Jum'at, 19/07/2019



 
Rumah Yatim
Find Us
Kemitraan
Hubungi Kami di