Berita
Pencarian Bulan Tahun
Share on Google+ twitter facebook
Masyarakat Terdampak Gempa di Dusun Teluk Kombal Alami Krisis Air bersih
Di tulis oleh : Dila Nurfadila Pada tanggal 2018-08-16 18:58:03

Sudah 11 hari berlalu, dampak gempa 7,0 SR masih sangat dirasakan warga Lombok dan sekitarnya. Sejuta pilu dan trauma masih menyelimuti warga sekitar. Penanganan masalah dampak gempa masih terasa jauh, selama beberapa waktu ke depan masyarakat harus hidup di pengungsian yang kian sesak. Seperti yang dialami masyarakat Dusun Teluk Kombal, Kecamatan Pemenang Barat, Lombok Utara yang sedang mengalami krisis air bersih dan minimnya pelayanan medis. 

Kepala Dusun Teluk kombal, Multazam mengungkapkan, kondisi pengungsian terbagi menjadi empat titik posko pengungsian. Posko pertama dihuni oleh 1300 Jiwa, posko kedua dihuni oleh 500 jiwa, posko ketiga dihuni oleh 300 jiwa, dan posko keempat dihuni oleh 80 kepala keluarga. Dari keempat posko tersebut, masih minim bantuan yang ada. Terutama sarana air bersih. 

“Kondisi masyarakat disini ada yang lansia hingga balita, banyak masyarakat disini, masih mengalami trauma,” ungkapnya saat ditemui tim relawan Rumah Yatim, Rabu (15/8).

Oleh karena itu, Rumah Yatim menyalurkan sejumlah bantuan tanggap darurat bencana, berupa bantuan logistik dan paket sembako kepada 80 kepala keluarga yang berada di Dusun Teluk Kombal. Bantuan tersebut disalurkan untuk bantu memenuhi kebutuhan darurat para korban bencana.  

Usai disalurkannya bantuan tersebut, Multazam mengucapkan terima kasih kepada Rumah Yatim yang telah peduli terhadap nasib para pengungsi saat ini. Terlebih kini masyarakat setempat sedang mengalami masa-masa sulit akibat pasca gempa. 

“Alhamdulillah saat ini kami mendapat bantuan bencana alam dari Rumah Yatim. Terima kasih kepada teman-teman yang telah hadir ke tempat kami, semoga Allah SWT membalasnya,” tuturnya. 

Jika lembaga lain termasuk Rumah Yatim sudah menyalurkan bantuan, maka ia sangat mengharapkan bantuan dari pemerintah pusat maupun daerah yang masih minim bantuan dalam memerhatikan masyarakat terdampak gempa. 

“Yang kami harapkan adalah dari pemerintah daerah, kami rasa kurang serius untuk memerhatikan  keadaan masyarakat kita,” pungkasnya.



--------------------------------------
dibaca 178 kali



 Komentar

(tidak ada komentar)


 Tulis Komentar

Nama
Email (dirahasiakan)
Komentar


Berita Terbaru

Titania, Anak Asuh Bintaro Raih Peringkat 1 Berturut-turut di MI Nurul Iman
Sabtu, 20/07/2019

Pelatihan Menjahit IIB Darmajaya Sebagai Bekal Masa Depan Anak Asuh
Sabtu, 20/07/2019

Pengajar IIB Darmajaya Bekali Anak Asuh Rumah Yatim Keterampilan Menjahit
Sabtu, 20/07/2019

Uji Kreativitas Anak Asuh Kemang dengan Belajar Membuat Kaligrafi
Sabtu, 20/07/2019

Hidup Sebatang Kara, Maryatun Terima Bantuan Rumah Yatim
Sabtu, 20/07/2019

Sepuluh Keluarga Dhuafa di Tegal Barat Dapat Bantuan Rumah Yatim
Sabtu, 20/07/2019

Ajarkan Rasa Syukur, Asrama Kemang Libatkan Anak Asuh Salurkan Beasiswa
Sabtu, 20/07/2019

Rumah Yatim Bantu Pendidikan Anak Kurang Mampu di Kemang
Sabtu, 20/07/2019

Semangat Anak Asuh Kemang Jalani Tes Hafalan Antar Teman
Sabtu, 20/07/2019

Masuki Ajaran Baru, Lisa Terima Penghargaan dari SMP Al Mizan
Sabtu, 20/07/2019

Tak Miliki Bahan Pangan, Patijah Terima Sembako Rumah Yatim
Jum'at, 19/07/2019

Dokter Sandi: Telinga Alifah Alami Gangguan Serius
Jum'at, 19/07/2019

700 Orang Prasejahtera di Girimulyo Terima Bantuan Paket Sembako
Jum'at, 19/07/2019

Rumah Yatim Beri Alat Bantu Dengar untuk Alifah
Jum'at, 19/07/2019

Semangat Pantang Menyerah Dedi Agar Alifah Dapat Mendengar
Jum'at, 19/07/2019

Rumah Yatim Salurkan Bantuan untuk Guru Honorer di SD Ma'had As Sakinah
Jum'at, 19/07/2019

Ketiga Kalinya, Teh Kotak Gandeng Rumah Yatim Salurkan Bantuan Alat Sekolah
Jum'at, 19/07/2019



 
Rumah Yatim
Find Us
Kemitraan
Hubungi Kami di