Berita
Pencarian Bulan Tahun
Share on Google+ twitter facebook
Kiki, Remaja Pengidap Gagal Ginjal Berjuang Untuk Sembuh
Di tulis oleh : Calam Rahmat Pada tanggal 2018-05-04 19:02:05

Sejak lahir hingga usia 10 tahun, ia tak bisa jalan. Gendongan sang ayah menjadi pelipur lara aktivitasnya sehari-hari. Tinggal di pinggirin Kota Bandung, membuat Kiki Anugrah (16) hanya mendapatkan pengobatan seadanya. Perjuangan sang ayah menjadi usaha terakhir, saat ibunda Kiki dipanggil oleh Yang Maha Kuasa.

Sebenarnya, Kiki sudah bisa berjalan saat usianya menginjak 10 hingga 15 tahun. Namun, setahun ke belakang dirinya kembali mengalami kelumpuhan hampir secara total. Kini, ia hanya bisa berbaring. Bahkan, hanya untuk memegang sendok makan, dirinya tak kuasa. Sejumlah pengobatan telah ditempuh Kiki dari hasil bekerja sang ayah sebagai tukang reparasi barang bekas.

Penghasilan yang minim membuat Kiki hanya mengandalkan asuransi kesehatan yang disediakan program pemerintah. Tangis itu pecah, saat sang ayah bertutur cerita tentang perjuangannya selama ini merawat Kiki. Di sisa usianya yang saat ini, tubuh lusuhnya terus berjuang memberikan pengobatan yang terbaik untuk sang anak.

"Berobat terus-terusan dan sekarang dengan kondisi umur saya yang sudah tua tidak bisa memenuhi segalanya. Karena saya tidak mempunyai pekerjaan yang tetap. Hanya memungut barang bekas, dan kemudian dijual kembali," ungkap sang ayah, saat disambangi oleh Tim Rumah Yatim.

Saat ini, Kiki harus mondar-mandir dengan sepeda yang dikayuh sang ayah ke rumah sakit untuk menjalani pengobatan. Menurut sang ayah, dokter mendiagnosa Kiki mengidap penyakit gagal ginjal. Sontak, kabar tersebut membuat dirinya tidak percaya. Namun, semangat dirinya yang terus membara, membuat orang-orang di sekelilingnya memberikan dukungan. Bahkan tidak jarang, kata dia, dirinya meminta bantuan kepada tokoh masyarakat sekitar.

"Karena rezeki anak sudah ada saja, kadang ada sedekah dari masyarakat untuk anak saya," papar sang ayah.

Kini, sang ayah hanya memasrahkan diri dan anaknya kepada Allah. Senandung doa telah dipanjatkan dirinya siang dan malam. Bahkan, air matanya sudah kering tak kuasa melihat sang anak yang tidak bisa berjalan layaknya anak seusianya. Hanya doa dan harapan bantuan yang kini dituangkan dalam harinya.



--------------------------------------
dibaca 241 kali



 Komentar

(tidak ada komentar)


 Tulis Komentar

Nama
Email (dirahasiakan)
Komentar


Berita Terbaru

Bantuan Biaya Hidup Disalurkan Rumah Yatim Bagi Lansia Leuwinanggung
Selasa, 16/07/2019

100 Warga di Pinggiran Sungai Ponorogo Terima Bantuan Sembako Rumah Yatim
Selasa, 16/07/2019

Ratusan Siswa SD Wangunwati Bahagia Dapat Perlengkapan Sekolah Baru
Selasa, 16/07/2019

Hidup Sebatang Kara, Lansia Penderita Kanker Payudara Terima Bantuan
Selasa, 16/07/2019

Krisis Pangan, 100 Warga Wangunwati Dapat Bantuan Sembako Rumah Yatim
Selasa, 16/07/2019

Beri Semangat 40 Anak Yatim Dhuafa di Dua Desa Lewat Perlengkapan Sekolah
Selasa, 16/07/2019

Rumah Yatim Dukung Puluhan Anak Yatim Dhuafa Desa Kadu Pugur
Selasa, 16/07/2019

97 Anak Yatim dan Dhuafa Desa Leuwinanggung Dapat Bantuan Uang Saku
Selasa, 16/07/2019

Rumah Yatim Bantu Kebutuhan Masyarakat Prasejahtera Tiga Desa di Kecamatan Tapos
Selasa, 16/07/2019

KPP Pratama Banjarbaru Peringati Hari Pajak Nasional Bersama Anak Asuh Rumah Yatim
Senin, 15/07/2019

Kurangi Beban Lansia di Dusun Masgar, Rumah Yatim Beri Bantuan Biaya Hidup
Senin, 15/07/2019

Minim Penerangan, Dusun Masgar Dapat Bantuan Sarana Publik dari Rumah Yatim
Senin, 15/07/2019

Dukung Pendidikan 90 Anak Yatim Dhuafa Lewat Uang Saku Pendidikan
Senin, 15/07/2019

Ajaran Baru Dimulai, Rumah Yatim Bagikan Perlengkapan Sekolah untuk Anak Yatim
Senin, 15/07/2019

Santunan Rumah Yatim Ringankan Beban Belasan Warga di Dusun Masgar
Senin, 15/07/2019

Salurkan Amanah Donatur, Rumah Yatim Beri 100 Paket Sembako di Dusun Masgar
Senin, 15/07/2019

Anak Asuh Tegal Semangat dan Percaya Diri di Awal Tahun Ajaran Baru
Senin, 15/07/2019



 
Rumah Yatim
Find Us
Kemitraan
Hubungi Kami di