Berita
Pencarian Bulan Tahun
Share on Google+ twitter facebook
Rumah Yatim Bantu Kembangkan Ekonomi Kreatif Yayasan Al Anhar
Di tulis oleh : Dila Nurfadila Pada tanggal 2018-02-06 10:52:20

Sejak siang, rentetan bangunan sederhana di Jalan Baleendah, Kabupaten Bandung, terlihat ramai oleh lalu lalang kendaraan dan suara mesin jahit. Di dalam bangunan sederhana tersebut, ada beberapa murid yang sedang menjahit bahan yang sudah dipola untuk menjadi sebuah pakaian. Para murid tampak giat dan semangat dalam belajar menjahit mengikuti pola yang telah dibuatnya.  

Yayasan Al Anhar merupakan sebuah lembaga sosial kursus menjahit. Saat ini, yayasan tersebut memiliki 20 murid dari berbagai usia. Namun mayoritas usia remaja. Berawal ketertarikan sang pengelola yayasan terhadap dunia tata busana. Terlebih lokasi tersebut dikelilingi oleh industri garment, maka ia berinisiatif untuk membuka kursus menjahit. 

Kemudian tujuan didirikannya yayasan sejak tahun 1995 itu, agar anak yang putus sekolah, atau yang tidak melanjutkan sekolah ke jenjang selanjutnya, setidaknya memiliki keterampilan yang memadai untuk masuk dalam persaingan dunia kerja. Sehingga hal itu menurutnya bisa memutus mata rantai pengangguran di Indonesia, khususnya di wilayah Kabupaten Bandung. 

Hal ini disampaikan Pengelola Yayasan Lilis Mulyati, yayasan yang bergerak dalam kursus menjahit itu, menjadi mitra Rumah Yatim sejak tahun 2015. Kini yayasan tersebut sudah menginduk ke Dinas Pendidikan untuk mendapatkan legalitas yang sah dan bisa bersaing dengan sekolah-sekolah formal yang memiliki mata pelajaran dengan keterampilan menjahit.

Sejak tahun 2015 hingga sekarang, menurutnya, Rumah Yatim konsisten memberikan bantuan kepada yayasan. Karena hal itu merupakan salah satu upaya Rumah Yatim dalam mengembangkan potensi ekonomi kreatif masyarakat. Terlebih saat ini, sudah memasuki era modern, yang mau tidak mau harus siap bersaing. Selain itu, inovasi dan kreativitaslah yang akan menghantarkan kepada keberhasilan. 

“Alhamdulillah bantuan besar kecilnya sangat terasa oleh guru dan muridnya, kami ingin terus eksis dibantu, karena masih belum bisa berdiri sendiri, merasa masih banyak butuh bantuan,” jelasnya kepada jurnalis Rumah Yatim. 

Sementara itu, mayoritas masyarakat setempat berada dalam kategori ekonomi ke bawah, kata Lilis, maka ini merupakan bentuk kepeduliannya terhadap masyarakat kurang mampu, dibina untuk memiliki keterampilan. Terlebih, kursus menjahit tersebut, tidak dipungut biaya sepeserpun. 

“Alhamdulillah kursus menjahit saya jadi berkembang, kita juga nyari anak-anak yang mau dididik oleh kita, di yayasan ini, karena kursus ini kan benar-benar gratis, tinggal ada kemauan gak dari merekanya,” terangnya. 

Ia mengaku, bantuan yang diberikan Rumah Yatim sangat membantu untuk keberlangsungan proses belajar mengajar dalam kursus menjahit tersebut. Mulai dari pembelian benang, beberapa mesin jahit, dan kebutuhan lainnya yang akan menunjang perkembangan keterampilan muridnya.

Selain itu, ia juga mengaku pernah dibantu oleh UNICEF PBB, dan Disnaker. Sehingga hal itu dapat membuat perkembangan kursus menjahit di yayasan itu semakin berkembang. Terutama dalam hal pemenuhan mesin jahit semakin banyak. Saat ini ada sekitar 20 mesin jahit yang dimiliki oleh yayasan tersebut.

Kini, sambungnya, beberapa lulusan dari kursus menjahit Al Anhar, sudah bekerja di perusahaan garment terkemuka di Indonesia dan daerah. Walaupun para muridnya mayoritas lulusan SMP dan SMA, terbukti mereka dapat bersaing dengan yang lainnya. Adapun waktu lamanya dari kursus itu selama tiga hingga enam bulan. 

Ia berharap, bisa terus terjalin rasa persaudaraan antara Rumah Yatim dan Yayasan Al Anhar, agar kelak banyak belajar dan bercermin satu sama lain. Serta bisa terus dibantu oleh Rumah Yatim, karena sangat dirasakannya belum bisa menjadi yayasan yang dapat berdiri sendiri.



--------------------------------------
dibaca 319 kali



 Komentar

(tidak ada komentar)


 Tulis Komentar

Nama
Email (dirahasiakan)
Komentar


Berita Terbaru

Semangat Anak Asuh Kemang Jalani Tes Hafalan Antar Teman
Sabtu, 20/07/2019

Masuki Ajaran Baru, Lisa Terima Penghargaan dari SMP Al Mizan
Sabtu, 20/07/2019

Tak Miliki Bahan Pangan, Patijah Terima Sembako Rumah Yatim
Jum'at, 19/07/2019

Dokter Sandi: Telinga Alifah Alami Gangguan Serius
Jum'at, 19/07/2019

700 Orang Prasejahtera di Girimulyo Terima Bantuan Paket Sembako
Jum'at, 19/07/2019

Rumah Yatim Beri Alat Bantu Dengar untuk Alifah
Jum'at, 19/07/2019

Semangat Pantang Menyerah Dedi Agar Alifah Dapat Mendengar
Jum'at, 19/07/2019

Rumah Yatim Salurkan Bantuan untuk Guru Honorer di SD Ma'had As Sakinah
Jum'at, 19/07/2019

Ketiga Kalinya, Teh Kotak Gandeng Rumah Yatim Salurkan Bantuan Alat Sekolah
Jum'at, 19/07/2019

Sepuluh Siswa MI Al Birrah Terima Bantuan Back To School Rumah Yatim
Jum'at, 19/07/2019

Siswa SD Ma'had As Sakinah Terima Bantuan Uang Saku Rumah Yatim
Jum'at, 19/07/2019

Tim Medis Rumah Yatim Kembali Dampingi Ayu Jalani Konsultasi Rutin
Jum'at, 19/07/2019

Ratusan Siswa SD Wangunwati Dapat Bantuan Perlengkapan Sekolah Gratis
Jum'at, 19/07/2019

Rumah Yatim Pekanbaru Salurkan Bantuan Peduli Sesama di Desa Sawah
Jum'at, 19/07/2019

Bantuan Biaya Hidup Disalurkan Rumah Yatim untuk Lansia dan Janda
Jum'at, 19/07/2019

Sepuluh Keluarga di Desa Sawah Terima Bantuan Sembako Rumah Yatim
Jum'at, 19/07/2019

Masuki Ajaran Baru, Anak Asuh Kedaton Kembali Jalani Pembelajaran Tahsin
Kamis, 18/07/2019



 
Rumah Yatim
Find Us
Kemitraan
Hubungi Kami di