Berita
Pencarian Bulan Tahun
Share on Google+ twitter facebook
17 Tahun Berdiri Di Atas Sungai Didik Ratusan Siswa
Di tulis oleh : Calam Rahmat Pada tanggal 2018-01-18 09:54:12

Berdiri di atas sungai, berlantaikan kayu dan pintu yang mulai melapuk. Itulah gambaran Madrasah Diniyah (MD) anak-anak yang tinggal di Kampung Giri Mekar RT 01/10, Kelurahan Jelekong, Kecamatan Baleendah, Kabupaten Bandung. Berdiri sejak tahun 2000-an sekolah berbasis Islam ini, masih menempati lahan milik dinas perairan setempat.

Awal mula sekolah berdiri, menurut pemaparan Ketua Yayasan Insan Gemilang, Jajang Jaenudin, karena banyaknya anak yang membutuhkan pendidikan berbasis islami. Namun, karena terkendala kepemilikan lahan kosong, maka bangunan sekolah didirikan di atas sungai. Lambat laun, tambah Jajang, siswa semakin banyak setiap tahunnya.

Kini setelah berdiri selama hampir 17 tahun, Madrasah Diniyah At Taqwa mempunyai kurang lebih 100 siswa. Seluruhnya, ia menambahkan, tidak berasal dari wilayah tersebut. Ada pula menurut dia, anak dari wilayah lain. "Ini hasil jerih payah masyarakat," ungkapnya.

Namun, menurut Jajang, saat hujan mengguyur wilayah Baleendah, aktivitas sekolah terpaksa dihentikan. Hal ini karena kondisi bangunan sekolah yang berdiri di atas sungai. Terkadang jika air sungai mulai meluap lantai kayu sekolah terdorong ke atas. Apalagi, sambungnya, kondisi itu diperparah dengan tingginya air yang berada di luar sekolah.

Selain bangunan yang berdiri di atas lahan pemerintah, sekolah ini pula sangat minim akan buku bacaan bagi siswanya. Bahkan, meja belajar yang digunakan hanya setinggi 40 sentimeter. Anak-anak terpaksa duduk di lantai kayu karena meja yang digunakan sangat minim.

Aktivitas pendidikan pula terpaksa dibagi menurut tingkatan kelas. Kondisi ini karena hanya ada satu ruangan yang digunakan siswa untuk belajar mengajar. Setiap harinya siswa kelas satu dan dua belajar mulai dari pukul 08.00 - 10.30 WIB. Sedangkan, kelas tiga dan empat baru bisa belajar pada pukul 13.00 - 15.30 WIB. Untuk kelas lima dan enam, mereka harus mengalah dan belajar dari pukul 16.00 - 19.30 WIB.

Kondisi memprihatinkan inilah yang dirasakan Jajang selaku Ketua Yayasan. Namun, dengan kondisi yang memang terbatas, ia dan warga sekitar memaksimalkan keadaan yang ada. Bahkan untuk para pengajarnya saja, sambung Jajang, hanya dibayar seadanya.

"Untuk mereka biasanya dapet dari orang tua, nanti kita kumpulkan lalu dibagi. Kalau tidak ada mau gimana lagi," jelasnya.

Akan tetapi beberapa bulan ke belakang, ia dan segenap warga sekitar berinisiatif untuk membeli sebidang lahan kosong yang tidak jauh dari MD At Taqwa. Lahan ini mereka beli dengan dana swadaya masyarakat sekitar serta beberapa orang yang memang hibah.

"Alhamdulillah kemarin bisa beli lahan, cukup mungkin nanti untuk bangun sekolah," paparnya, dengan rasa haru.

Tapi sejak dibelinya lahan seluas 140 meter persegi ini, belum ada tanda-tanda akan dibangunnya sekolah baru bagi 100 anak yang saat ini menempati sekolah di atas sungai. Hal ini, sambung Jajang, dikarenakan tidak adanya biaya untuk membangun sekolah baru itu.

Selain sekolah, rencananya di lahan itu akan dibangun pula masjid. Nantinya, bangunan tersebut akan berdiri dua lantai. Masjid untuk kegiatan beribadah akan dibangun di atas MD At Taqwa. Serta, rencananya akan dibangun empat kelas. Sehingga meminimalisir kegiatan belajar mengajar pada malam hari.

"Insya Allah kalau ada biaya nanti bangunan ini akan multifungsi dengan tempat shalat," pungkasnya.



--------------------------------------
dibaca 423 kali



 Komentar

(tidak ada komentar)


 Tulis Komentar

Nama
Email (dirahasiakan)
Komentar


Berita Terbaru

Sambung Hidup Korban Banjir di Puusuli, Rumah Yatim Salurkan Paket Sembako
Selasa, 25/06/2019

Penuhi Kebutuhan Kebersihan dan Kesehatan Korban Banjir di Puusuli Konawe Utara
Selasa, 25/06/2019

Bantuan Logistik Rumah Yatim Disambut Gembira Korban Banjir Konawe Utara
Selasa, 25/06/2019

Bantuan Peralatan Kebersihan Dibagikan untuk Korban Banjir Konawe Utara
Selasa, 25/06/2019

Rumah Yatim Beri Bantuan Sembako untuk Korban Banjir Konawe Utara
Selasa, 25/06/2019

Bantuan ATM Berprestasi Diberikan Bagi Anak Yatim Dhuafa di Pekayon
Senin, 24/06/2019

Rumah Yatim Siapkan Bantuan Logistik Pangan Bagi Ratusan Korban Banjir
Senin, 24/06/2019

Anak Yatim Dhuafa Pekayon Dapat Perlengkapan Sekolah Gratis
Senin, 24/06/2019

Pasca Mudik, Anak Asuh Bintaro Kembali Jalani Rutinitas Asrama
Senin, 24/06/2019

Perlengkapan Sekolah Baru dari Rumah Yatim Dukung Pendidikan Rizky
Senin, 24/06/2019

Samir Senang Dapat Perlengkapan Sekolah Baru Jelang Masuk SD
Senin, 24/06/2019

Rizky Bercita-cita Jadi Pesepak Bola dan Bahagiakan Kakek
Senin, 24/06/2019

Semangat Tri dan Pengajar PAUD Mulia Tak Pernah Surut Berbagi Ilmu
Senin, 24/06/2019

Rumah Hanyut, Korban Banjir di Konawe Utara Dapat Bantuan
Senin, 24/06/2019

Relawan Rumah Yatim Survei Korban Banjir Kabupaten Konawe Utara
Senin, 24/06/2019

Puluhan Siswa PAUD Mulia Dapat Bantuan Perlengkapan Sekolah
Sabtu, 22/06/2019

Rumah Yatim Beri Apresiasi Bagi Empat Pengajar PAUD Mulia
Sabtu, 22/06/2019



 
Rumah Yatim
Find Us
Kemitraan
Hubungi Kami di