Berita
Pencarian Bulan Tahun
Share on Google+ twitter facebook
Bekas Pembuangan Sampah Kota Bandung Jadi Pemukiman Warga
Di tulis oleh : Dila Nurfadila Pada tanggal 2018-01-17 08:58:05

Sebuah papan bertuliskan 'Tanah ini milik PD (Perusahaan Daerah) Kebersihan Kota Bandung' menjadi sambutan awal tim Rumah Yatim Area Jawa Barat ketika berkunjung ke Kampung Mekarsari Cieunteung, Kabupaten Bandung. Kumuh dan kotor itulah kesan yang pertama  terpikirkan setelah tim melihat tumpukan sampah yang menggunung bercampur tanah. Rata-rata bangunan yang terbuat dari bilik kayu nan reot menjadi tempat tinggal bagi warga setempat. 

“Sebenernya kan ini tanah PD, bukan tanah pribadi, jadi dipake berteduh dulu untuk sementara waktu,” papar salah satu warga, Entin. 

Kampung Mekarsari, merupakan bekas tempat pembuangan sampah Kota Bandung ini menjadi pemukiman warga setempat. Dasar tanah dipenuhi tumpukan sampah dengan ketinggian sekitar 15-20 meter itu hingga ingga detik ini masih dihuni warga Kampung Mekarsari Cieunteung.

Entin menuturkan , lingkungan RT 01/RW 021 Kampung Mekarsari ini sekitar 30 Kepala Keluarga menempati lahan pembuangan sampah di lingkungan tersebut.

Kurangnya air bersih menjadi kendala paling utama yang dihadapi warga setempat. Tidak adanya sumber air bersih atau sumur pribadi menjadi hambatannya. Entin mengungkapkan dasar tanah yang berisi 15-20 meter tumpukan sampah, membuat warga tidak bisa mengebor tanah untuk mendapatkan air bersih. Sehingga, untuk mendapatkan air bersih, warga terpaksa minta dari pabrik kayu lingkungan setempat. 

“Keadaan masyarakat di sini mah kebanyakan tidak mampu. Kalau mau nyuci pakai air umum, dapet dari pabrik,” terangnya.

Tidak adanya sarana MCK (mandi cuci kakus), Entin mengaku air yang diberikan oleh pabrik kayu, hanya terbatas. Adanya pembagian waktu pengaliran air ke lingkungan setempat, membuat warga tidak bisa menggunakan air setiap waktu. Selain itu, hal tersebut membuat dirinya bersama warga lain harus memutar otak untuk mencukupi kebutuhan air bersih, yang akan digunakan untuk mandi, memasak dan kebutuhan lainnya. 

Sebanyak 30 Kepala Keluarga memanfaatkan air bersih yang dialirkan pabrik kayu ke Kampung Mekarsari Cieunteung. Entin mengatakan warga mengantri dari pukul 7 pagi hingga pukul 10 siang untuk mendapatkan air bersih di satu titik tempat dekat pemukiman warga. Ia juga mengungkapkan, dirinya bersama warga lainnya menampung air sebanyak mungkin dengan mengerahkan ember kosong. 

“Ngantri dan berebutan, kadang kalau sedikit suka ada yang gak kebagian,” imbuh wanita 40 tahun itu. 

Kemudian tidak adanya saluran pembuangan juga menjadi kendalanya. Saluran pembuangan mangalir lagi pada lahan yang mereka tempati. Bila hujan tiba, ia juga mengaku aroma bau tak sedap menghinggapi pemukiman warga. Namun warga sudah terbiasa dengan keadaan tersebut. 

“Air sulit, karena ini kan tempat pembuangan sampah. Kalo hujan suka kecium baunya, bahkan tidak ada saluran pembuangan, jadi ke mana aja air ngalirnya, jadinya bau,” ungkapnya.  

Mayoritas pekerjaan warga setempat adalah sebagai kuli bangunan dan pemulung. Warga yang tinggal di wilayah tersebut, sudah mendapat ijin dari PD Kebersihan Kota Bandung untuk menempati lahan tersebut. Namun, Entin bersama warga lainnya mengaku khawatir bila suatu saat lahannya itu digusur oleh pemerintah. Ia berharap ke depannya dapat direlokasi ke tempat yang layak huni dengan sarana MCK yang memadai.



--------------------------------------
dibaca 464 kali



 Komentar

(tidak ada komentar)


 Tulis Komentar

Nama
Email (dirahasiakan)
Komentar


Berita Terbaru

Sambung Hidup Korban Banjir di Puusuli, Rumah Yatim Salurkan Paket Sembako
Selasa, 25/06/2019

Penuhi Kebutuhan Kebersihan dan Kesehatan Korban Banjir di Puusuli Konawe Utara
Selasa, 25/06/2019

Bantuan Logistik Rumah Yatim Disambut Gembira Korban Banjir Konawe Utara
Selasa, 25/06/2019

Bantuan Peralatan Kebersihan Dibagikan untuk Korban Banjir Konawe Utara
Selasa, 25/06/2019

Rumah Yatim Beri Bantuan Sembako untuk Korban Banjir Konawe Utara
Selasa, 25/06/2019

Bantuan ATM Berprestasi Diberikan Bagi Anak Yatim Dhuafa di Pekayon
Senin, 24/06/2019

Rumah Yatim Siapkan Bantuan Logistik Pangan Bagi Ratusan Korban Banjir
Senin, 24/06/2019

Anak Yatim Dhuafa Pekayon Dapat Perlengkapan Sekolah Gratis
Senin, 24/06/2019

Pasca Mudik, Anak Asuh Bintaro Kembali Jalani Rutinitas Asrama
Senin, 24/06/2019

Perlengkapan Sekolah Baru dari Rumah Yatim Dukung Pendidikan Rizky
Senin, 24/06/2019

Samir Senang Dapat Perlengkapan Sekolah Baru Jelang Masuk SD
Senin, 24/06/2019

Rizky Bercita-cita Jadi Pesepak Bola dan Bahagiakan Kakek
Senin, 24/06/2019

Semangat Tri dan Pengajar PAUD Mulia Tak Pernah Surut Berbagi Ilmu
Senin, 24/06/2019

Rumah Hanyut, Korban Banjir di Konawe Utara Dapat Bantuan
Senin, 24/06/2019

Relawan Rumah Yatim Survei Korban Banjir Kabupaten Konawe Utara
Senin, 24/06/2019

Puluhan Siswa PAUD Mulia Dapat Bantuan Perlengkapan Sekolah
Sabtu, 22/06/2019

Rumah Yatim Beri Apresiasi Bagi Empat Pengajar PAUD Mulia
Sabtu, 22/06/2019



 
Rumah Yatim
Find Us
Kemitraan
Hubungi Kami di