Berita
Pencarian Bulan Tahun
Share on Google+ twitter facebook
Pentingnya Relaksasi Psikologis Kepala Asrama
Di tulis oleh : Imie Pada tanggal 2015-11-03 16:42:28

Seorang kepala asrama memiliki peran penting yang sama dengan orangtua anak-anak di rumah pada umumnya. mereka juga seperti guru di sekolah yang mewakili orangtua untuk anak-anak selama di sekolah. Bagi para anak asuh, kepala asrama adalah orangtua yang melindungi, membimbing, merawat, dan mendidik, kepada merekalah anak asuh bisa bercerita, berkeluh kesah, dan berbagi kasih sayang.

Dengan peran dan tugas yang telah diamanahkan kepada kepala asrama, maka diperlukan sosok yang tak hanya cakap dalam menerapkan pola pengasuhan, namun serangkaian kriteria yang berkaitan dengan akhlak, kecerdasan, kompetensi, keterampilan, dan karakter. Semua itu terangkum dalam diri kepala asrama yang terwujud apa yang disebut dengan: role model atau panutan.

Dalam fase perkembangan, anak-anak berada di tahap proses belajar dan eksplorasi. Segala hal yang tampak, terjadi, dan terjadi, baik atau buruk amat mudah menghampiri mereka, dan ditiru. Dan di titik ini anak berada dalam posisi ‘kritis’, artinya, mereka belum dapat mengendalikan diri dengan memiliki ‘filter’, sehingga mereka begitu sensitif terhadap pengaruh-pengaruh dari luar. Sekaligus mereka tumbuh kemampuan kritisnya, misalnya banyak bertanya tentang berbagai hal.

Nah, adakalanya kepala asrama dalam saat-saat tertentu sedang tidak dalam kondisi prima, baik dari segi fisik atau psikologis. Situasi-situasi yang di luar kendali, seperti sakit atau lelah, dan yang lebih penting jika sedang dalam tekanan atau stress. Secara individu, mereka tetap saja layaknya orang dewasa pada umumnya yang tetap berhadapan dengan masalah pribadi masing-masing.

Oleh karena itu, jika kondisi stress terjadi, akan berdampak ketika mereka harus berinteraksi dengan anak-anak. komunikasi pun terhambat, anak dapat merasakan perubahannya dari sikap, misalnya. Dalam workshop dijelaskan bahwa relaksasi psikologis sangat bermanfaat penting mengembalikan vitalitas kondisi psikologis para kepala asrama. Mereka cerdas mengelola emosinya sendiri, tanpa membawa-bawa beban persoalan ketika bertemu dengan anak.

Salah satu trainer, Wulan Yulia, S. Psi, mengatakan bahwa sebelum kita mengenal orang lain, kita harus mengenal diri sendiri dulu. Hal ini sama pentingnya dengan harapan kita sebagai orang tua yang ingin anak yang baik dan soleh, berarti kita juga harus mawas diri dan rajin memperbaiki diri. Anak-anak berhak mendapatkan kenyamanan jiwa dimana pun ia berada, tak terkecuali para anak asuh. Apalagi pada masa tumbuh kembang, sebagian besar waktu dan keterikatan dengan rumah masih begitu besar.

Manager Asrama Rumah Yatim, Direktorat Kemandirian Yatim dan Dhuafa, Joko Santoso menegaskan, setelah mereka beraktivitas di luar seharian, bagaimana mereka kembali ke rumahnya dengan sambutan yang hangat dari orangtuanya. Mereka mendambakan perasaan lega dan lepas saat bercerita tentang hari-harinya, mencurahkan isi hatinya (curhat), dan membantu memulihkan mood (suasana hati). Pada kondisi yang prima, kepala asrama lebih tenang menanggapi segala sesuatu yang berkenaan dengan anak. Pun begitu pula, anak merasa dirinya aman, dan begitu diperhatikan.

Selama workshop berlangsung, terjadi dialog yang menarik dan apik dengan para peserta. Sebagai yang orang yang setiap saat berinteraksi dengan anak-anak, banyak pertanyaan dan studi kasus yang dipelajari.

Secara garis besar workshop ini menuntun kepala asrama lebih kepada tiga hal berikut:
1. Pengembangan motivasi diri, melatih mental agar lebih fleksibel dan siap menghadapi tantangan
2. Pembentukan karakter, melatih disiplin, etika, dan sikap, dapat menanamkan attitude, adab dan akhlak dimanapun sampai kapanpun
3. Kemampuan menangkap karakter dan potensi anak, sehingga dapat membantu knowledge, dan life skill anak semakin berkembang

Insya Allah, dari kegiatan upgrading yang diadakan berkala ini, akan terus-menerus mengevaluasi dan meningkatkan kemampuan dalam kegiatan pengasuhan yang bermula dari sisi psikologis. Aamiin.

--------------------------------------
dibaca 566 kali



 Komentar

(tidak ada komentar)


 Tulis Komentar

Nama
Email (dirahasiakan)
Komentar


Berita Terbaru

Titania, Anak Asuh Bintaro Raih Peringkat 1 Berturut-turut di MI Nurul Iman
Sabtu, 20/07/2019

Pelatihan Menjahit IIB Darmajaya Sebagai Bekal Masa Depan Anak Asuh
Sabtu, 20/07/2019

Pengajar IIB Darmajaya Bekali Anak Asuh Rumah Yatim Keterampilan Menjahit
Sabtu, 20/07/2019

Uji Kreativitas Anak Asuh Kemang dengan Belajar Membuat Kaligrafi
Sabtu, 20/07/2019

Hidup Sebatang Kara, Maryatun Terima Bantuan Rumah Yatim
Sabtu, 20/07/2019

Sepuluh Keluarga Dhuafa di Tegal Barat Dapat Bantuan Rumah Yatim
Sabtu, 20/07/2019

Ajarkan Rasa Syukur, Asrama Kemang Libatkan Anak Asuh Salurkan Beasiswa
Sabtu, 20/07/2019

Rumah Yatim Bantu Pendidikan Anak Kurang Mampu di Kemang
Sabtu, 20/07/2019

Semangat Anak Asuh Kemang Jalani Tes Hafalan Antar Teman
Sabtu, 20/07/2019

Masuki Ajaran Baru, Lisa Terima Penghargaan dari SMP Al Mizan
Sabtu, 20/07/2019

Tak Miliki Bahan Pangan, Patijah Terima Sembako Rumah Yatim
Jum'at, 19/07/2019

Dokter Sandi: Telinga Alifah Alami Gangguan Serius
Jum'at, 19/07/2019

700 Orang Prasejahtera di Girimulyo Terima Bantuan Paket Sembako
Jum'at, 19/07/2019

Rumah Yatim Beri Alat Bantu Dengar untuk Alifah
Jum'at, 19/07/2019

Semangat Pantang Menyerah Dedi Agar Alifah Dapat Mendengar
Jum'at, 19/07/2019

Rumah Yatim Salurkan Bantuan untuk Guru Honorer di SD Ma'had As Sakinah
Jum'at, 19/07/2019

Ketiga Kalinya, Teh Kotak Gandeng Rumah Yatim Salurkan Bantuan Alat Sekolah
Jum'at, 19/07/2019



 
Rumah Yatim
Find Us
Kemitraan
Hubungi Kami di