Berita
Pencarian Bulan Tahun
Share on Google+ twitter facebook
Menyalurkan Santunan Non Mukim Bukti Pengabdian Kepala Asrama Surabaya
Di tulis oleh : Enuy Nuryati Pada tanggal 2017-11-07 14:24:32

Santunan non mukim selalu menjadi tugas utama kepala asrama setiap bulannya. Mereka memastikan apakah santunan yang berupa santunan tunai dan santunan melalui ATM ini sampai kepada mereka dan mengupgade  data anak asuh tersebut, memastikan apakah anak-anak yang mendapatkan santunan masih layak atau tidaknya dengan mengadakan survey langsung atau berkoordinasi dengan aparat setempat dan koordinator non mukim. 

Tugas yang cukup menyita waktu tersebut sangat dinikmati Agus Kurnia, Kepala Asrama Rumah Yatim Surabaya sebagai wujud pengabdiannya kepada Allah SWT. Setiap bulannya dia senantiasa mengecek apakah dana santunan itu sampai atau tidaknya hingga saat dia berkunjung ke daerah yang memiliki anak asuh non mukimnya beliau sudah cukup dikenal. 

Pada bulan ini beliau pun menyalurkannya secara langsung, kegiatan digelar di asrama. Menurutnya kenapa digelar diasrama karena ini merupakan santunan tunai, jadi sembari mendapatkan santunan anak-anak asuh non mukim pun bisa  bersilaturahmi dengan anak asuh mukim juga pengurus Rumah Yatim. 

Ada 30 anak asuh yang mendapatkan santunan tersebut 10 diantara anak asuh non mukim baru. Mereka terdiri dari anak-anak yatim dhuafa yang tersebar di daerah Tandes, Gunung Sari dan lain sebagainya. Untuk kriteria dhuafa sendiri Agus tidak sembarangan memilihnya. Ada beberapa kriterianya dimana anak tersebut harus benar-benar layak bantu karena orang tuanya miskin, dan anak-anak dhuafa yang terlantar baik akibat perpisahan orang tuanya maupun karena faktor lainnya.

“anak non mukim kami, sebagian dhuafa dan dhuafanya memang sangat mempriatinkan karena perpisahan kedua orang tuanya sebagian anak dititipkan di nenek dan kakenya yang miskin.” Ungkap Agus. 

Kondisi-kondisi tersebut membuat Agus ingin sekali membawa anak-anak itu tinggal mukim di asrama, namun membawa anak-anak untuk tinggal diasrama tak semudah itu kadang terkendala pihak keluarga yang tidak mengijinkan atau karena faktor anak yang kebanyakan anak laki-laki.

“sangat disayangkan banyak anak laki-laki yang memang layak diam diasrama, tapi asrama kami asrama perempuan jadi sampai sekarang kami hanya mampu menjadikan mereka anak asuh non mukim saja.” Ungkap Agus.  





--------------------------------------
dibaca 312 kali



 Komentar

(tidak ada komentar)


 Tulis Komentar

Nama
Email (dirahasiakan)
Komentar


Berita Terbaru

Titania, Anak Asuh Bintaro Raih Peringkat 1 Berturut-turut di MI Nurul Iman
Sabtu, 20/07/2019

Pelatihan Menjahit IIB Darmajaya Sebagai Bekal Masa Depan Anak Asuh
Sabtu, 20/07/2019

Pengajar IIB Darmajaya Bekali Anak Asuh Rumah Yatim Keterampilan Menjahit
Sabtu, 20/07/2019

Uji Kreativitas Anak Asuh Kemang dengan Belajar Membuat Kaligrafi
Sabtu, 20/07/2019

Hidup Sebatang Kara, Maryatun Terima Bantuan Rumah Yatim
Sabtu, 20/07/2019

Sepuluh Keluarga Dhuafa di Tegal Barat Dapat Bantuan Rumah Yatim
Sabtu, 20/07/2019

Ajarkan Rasa Syukur, Asrama Kemang Libatkan Anak Asuh Salurkan Beasiswa
Sabtu, 20/07/2019

Rumah Yatim Bantu Pendidikan Anak Kurang Mampu di Kemang
Sabtu, 20/07/2019

Semangat Anak Asuh Kemang Jalani Tes Hafalan Antar Teman
Sabtu, 20/07/2019

Masuki Ajaran Baru, Lisa Terima Penghargaan dari SMP Al Mizan
Sabtu, 20/07/2019

Tak Miliki Bahan Pangan, Patijah Terima Sembako Rumah Yatim
Jum'at, 19/07/2019

Dokter Sandi: Telinga Alifah Alami Gangguan Serius
Jum'at, 19/07/2019

700 Orang Prasejahtera di Girimulyo Terima Bantuan Paket Sembako
Jum'at, 19/07/2019

Rumah Yatim Beri Alat Bantu Dengar untuk Alifah
Jum'at, 19/07/2019

Semangat Pantang Menyerah Dedi Agar Alifah Dapat Mendengar
Jum'at, 19/07/2019

Rumah Yatim Salurkan Bantuan untuk Guru Honorer di SD Ma'had As Sakinah
Jum'at, 19/07/2019

Ketiga Kalinya, Teh Kotak Gandeng Rumah Yatim Salurkan Bantuan Alat Sekolah
Jum'at, 19/07/2019



 
Rumah Yatim
Find Us
Kemitraan
Hubungi Kami di