Berita
Pencarian Bulan Tahun
Share on Google+ twitter facebook
Sinergi Rumah Yatim dan Dinsos Kota Mataram untuk Bantu Nuramin
Di tulis oleh : Enuy Nuryati Pada tanggal 2017-11-02 14:54:33

Hubungan Rumah Yatim dengan pihak Dinas Sosial kini semakin erat, terbukti kerjasama untuk membantu menolong sesama pun dilakukan oleh keduanya secara langsung pada 31 Oktober 2017 untuk seorang nenek tua bernama Nurramin dan ketiga cucunya yang yatim di daerah Ampenan Mataram. 

Awalnya Dinas Sosial Kota Mataram yang diwakili oleh Suanti dan Ulfa berencana mengajak Rumah Yatim untuk memboyong cucu Nuramin di bawa ke asrama dan dijadikan anak asuh mukim. Namun pihak Rumah Yatim tidak serta merta mengambil anak begitu saja, karena ada tanggung jawab kepada masyarakat dan donatur. Rumah Yatim NTB yang diwakili Salma Hasanah meminta untuk melakukan survei terlebih dahulu sebelum memutuskan anak yang dalam pengasuhan Nuramin ini benar-benar wajib dibantu atau tidak. 

Setelah berkoordinasi dilakukanlah survey dengan membawa paket sembako untuk keluarga sederhana tersebut. Menurut Salma ternyata tak mudah untuk menuju tempat tersebut karena Salma dan pihak dinsos  harus melewati gang kecil-kecil ditambah bau kali yang kotor. 

Sesampainya ditempat, Salma menyaksikan sebuah rumah dipinggiran sungai yang kurang layak, yang dipenuhi dengan beberapa rongsokan sebagai mata pencarian nenek yang mengaku sudah lahir pada masa penjajahan belanda dan sudah hidup pada masa penjajahan Jepang ini. Meski sebagai tukang rongsokan yang menghasilkan pundi rupiah sebesar 10 ribu perhari, namun kondisi didalam rumah cukup rapi di banding bagian depannya. 

Menurut pengakuannya, Nurramin kini membesarkan ketiga cucunya. Dimana cucu yang paling besar seorang anak laki-laki yang masih duduk dibangku SMA, yang kedua anak perempuan dia sekolah di SMP dan yang terakhir anak perempuan duduk di bangku SD. 

Mereka semua adalah anak yatim dilahirkan  dari Rahim anaknya Nuramin, sejak bercerai dengan suaminya pada waktu Amel putri bungsunya yang masih bayi, ibunya pergi meninggalkan ketiga buah hatinya dan menitipkan mereka kepada Nuramin untuk menjadi TKW Ilegal di Malaysia. 

“saya sudah melarangnya untuk pergi.” Ucap Nurrami.

Namun, tekadnya yang bulat membuat ibunya Amel nekad berangkat tanpa restu dari ibu dan bapaknya dan hingga kini setelah Amel kelas 5 SD pun Ibunya  tidak pernah kembali, saat ayah anak-anaknya meninggal dunia pun dia tidak tahu, bahkan Nurramin tak pernah tahu apakan anaknya tersebut masih hidup atau kah tidak. Sebagai Nenek Nuramin hanya menjalankan kewajiabnnya untuk mengurus ketiga cucunya bersama suaminya. 

Meski pendapatan Nuramin sedikit, namun Nuramim merasa bersyukur karena ada keringanan biaya sekolah cucu-cucunya. Sehingga dia tak harus ambil pusing mengenai pendidikan mereka. “cucu pertama hampir putus sekolah, karena pihak sekolah mengetahui keadaan kami, jadi mereka memanggil saya dan menjamin cucu saya bisa bersekolah tanpa biaya sedikitpun.”ucapnya.

Namun Nurami sangat kebingungan dengan pendidikan Amel yang bercita-cita ingin jadi polwan ini , karena dirinya sudah cukup renta, dan dia menyadari betul cucu bungsunya sangat membutuhkan perhatian dan kasih sayang dari seorang ibu dan ayah, maka Nurrami berharap Rumah Yatim bisa membawanya menjadi anak asuh mukim sesuai dengan rekomendasi dari Dinas Sosial Kota Mataram.

Namun harapan itu tidak bisa diwujjudkan saat ini karena Rumah Yatim NTB tidak memiliki asrama putri. Agar mengurangi kekecewaan Nuramin, Salma pun menjanjikan akan menjadikan cucu-cucunya menjadi anak asuh non mukim, bahkan karena menurut pengakuan Nuramin,  Amel termasuk anak yang pintar dan berprestasi Salma pun ingin memberikan beasiswa yatim berprestasi.

“sayang sekali kami tidak memiliki asrama putri, namun insya Allah meski begitu bukan berarti kita tidak bisa membantunya.” Papar Salma.

                                                            




--------------------------------------
dibaca 2363 kali



 Komentar

(tidak ada komentar)


 Tulis Komentar

Nama
Email (dirahasiakan)
Komentar


Berita Terbaru

Titania, Anak Asuh Bintaro Raih Peringkat 1 Berturut-turut di MI Nurul Iman
Sabtu, 20/07/2019

Pelatihan Menjahit IIB Darmajaya Sebagai Bekal Masa Depan Anak Asuh
Sabtu, 20/07/2019

Pengajar IIB Darmajaya Bekali Anak Asuh Rumah Yatim Keterampilan Menjahit
Sabtu, 20/07/2019

Uji Kreativitas Anak Asuh Kemang dengan Belajar Membuat Kaligrafi
Sabtu, 20/07/2019

Hidup Sebatang Kara, Maryatun Terima Bantuan Rumah Yatim
Sabtu, 20/07/2019

Sepuluh Keluarga Dhuafa di Tegal Barat Dapat Bantuan Rumah Yatim
Sabtu, 20/07/2019

Ajarkan Rasa Syukur, Asrama Kemang Libatkan Anak Asuh Salurkan Beasiswa
Sabtu, 20/07/2019

Rumah Yatim Bantu Pendidikan Anak Kurang Mampu di Kemang
Sabtu, 20/07/2019

Semangat Anak Asuh Kemang Jalani Tes Hafalan Antar Teman
Sabtu, 20/07/2019

Masuki Ajaran Baru, Lisa Terima Penghargaan dari SMP Al Mizan
Sabtu, 20/07/2019

Tak Miliki Bahan Pangan, Patijah Terima Sembako Rumah Yatim
Jum'at, 19/07/2019

Dokter Sandi: Telinga Alifah Alami Gangguan Serius
Jum'at, 19/07/2019

700 Orang Prasejahtera di Girimulyo Terima Bantuan Paket Sembako
Jum'at, 19/07/2019

Rumah Yatim Beri Alat Bantu Dengar untuk Alifah
Jum'at, 19/07/2019

Semangat Pantang Menyerah Dedi Agar Alifah Dapat Mendengar
Jum'at, 19/07/2019

Rumah Yatim Salurkan Bantuan untuk Guru Honorer di SD Ma'had As Sakinah
Jum'at, 19/07/2019

Ketiga Kalinya, Teh Kotak Gandeng Rumah Yatim Salurkan Bantuan Alat Sekolah
Jum'at, 19/07/2019



 
Rumah Yatim
Find Us
Kemitraan
Hubungi Kami di