Berita
Pencarian Bulan Tahun
Share on Google+ twitter facebook
Pelatihan Tahfidz, Menumbuhkan Semangat Belajar Al Quran
Di tulis oleh : Mie Mie Pada tanggal 2015-09-17 08:59:34

Pelatihan tahfidz untuk para guru TK dan SD yang diadakan Selasa lalu dibimbing oleh seorang pementor, yaitu Iwan Nurfahrudin. Melalui wawancara via telepon ia mengatakan, tahfidz tidak hanya diwajibkan untuk para murid saja, tetapi juga para guru.

“Kalau anak-anak harus tahfidz, tapi guru-guru tidak tahfidz kan sama saja bohong, ya, jadi kalau anak-anak ingin hafal Al Quran, berarti guru-gurunya harus belajar Al Quran,” ungkap Iwan. Maka dari itu, pelatihan tahfidz dibutuhkan untuk memudahkan menghafal Al Quran. Namun, metode yang dipakai guru dan murid akan berbeda. Secara garis besar ia menjelaskan, untuk murid dibagi ke dalam 2 kelompok, yang sudah bisa membaca dan yang belum bisa membaca.

Untuk yang belum bisa membaca, dengan metode menghafal berjamaah, guru yang membacakan dan murid yang mengikuti. Ini cocok diterapkan kepada murid TK dan SD yang belum bisa membaca. Sedangkan murid yang sudah bisa membaca, dapat membaca dengan mengulang-ulang per ayat sebanyak 20 kali, dan menghafalnya tanpa melihat mushaf, dan begitu seterusnya. Lalu jika sudah hafal, dapat dites membaca, atau setoran hafalan.

Selama pelatihan berlangsung, Iwan menuturkan, para peserta pelatihan tampak antusias mengikuti, dan ingin mencoba metode yang efektif untuk meningkatkan hafalan Quran mereka. “Kalau untuk guru-guru yang umumnya sudah berkeluarga dan sibuk, mereka bisa menggunakan metode audio, atau mendengarkan. Biasanya dengan kesibukan sehari-hari kita bisa sambil mendengarkan Al Quran lewat mp3, dan di mp3 kan sudah dipenggal-penggal ayatnya. Semakin sering didengarkan, insya Allah akan hafal dengan sendirinya.”

Bagi Nurjanah dan Upit, yang masing-masing guru SD kelas 5 dan kelas 1, pelatihan tahfidz ini bermanfaat untuk memperbaiki hafalan mereka, serta memudahkan mereka membimbing para murid. “Jadi timbul semangat lagi untuk belajar, menghafal, dan membaca Al Quran, di sini saya banyak mendapatkan ilmu,” kata Upit.

Nurjanah pun mengungkapkan, para guru ikut menyetor hafalan Qurannya masing-masing, namun dengan sistem partnership, agar saling mengkoreksi. Dan, bagi keduanya metode-metode lain pun tak kalah menarik. Sehingga, guru dan murid sama-sama mudah menerima hafalan Al Quran.

--------------------------------------
dibaca 1173 kali



 Komentar

(tidak ada komentar)


 Tulis Komentar

Nama
Email (dirahasiakan)
Komentar


Berita Terbaru

Titania, Anak Asuh Bintaro Raih Peringkat 1 Berturut-turut di MI Nurul Iman
Sabtu, 20/07/2019

Pelatihan Menjahit IIB Darmajaya Sebagai Bekal Masa Depan Anak Asuh
Sabtu, 20/07/2019

Pengajar IIB Darmajaya Bekali Anak Asuh Rumah Yatim Keterampilan Menjahit
Sabtu, 20/07/2019

Uji Kreativitas Anak Asuh Kemang dengan Belajar Membuat Kaligrafi
Sabtu, 20/07/2019

Hidup Sebatang Kara, Maryatun Terima Bantuan Rumah Yatim
Sabtu, 20/07/2019

Sepuluh Keluarga Dhuafa di Tegal Barat Dapat Bantuan Rumah Yatim
Sabtu, 20/07/2019

Ajarkan Rasa Syukur, Asrama Kemang Libatkan Anak Asuh Salurkan Beasiswa
Sabtu, 20/07/2019

Rumah Yatim Bantu Pendidikan Anak Kurang Mampu di Kemang
Sabtu, 20/07/2019

Semangat Anak Asuh Kemang Jalani Tes Hafalan Antar Teman
Sabtu, 20/07/2019

Masuki Ajaran Baru, Lisa Terima Penghargaan dari SMP Al Mizan
Sabtu, 20/07/2019

Tak Miliki Bahan Pangan, Patijah Terima Sembako Rumah Yatim
Jum'at, 19/07/2019

Dokter Sandi: Telinga Alifah Alami Gangguan Serius
Jum'at, 19/07/2019

700 Orang Prasejahtera di Girimulyo Terima Bantuan Paket Sembako
Jum'at, 19/07/2019

Rumah Yatim Beri Alat Bantu Dengar untuk Alifah
Jum'at, 19/07/2019

Semangat Pantang Menyerah Dedi Agar Alifah Dapat Mendengar
Jum'at, 19/07/2019

Rumah Yatim Salurkan Bantuan untuk Guru Honorer di SD Ma'had As Sakinah
Jum'at, 19/07/2019

Ketiga Kalinya, Teh Kotak Gandeng Rumah Yatim Salurkan Bantuan Alat Sekolah
Jum'at, 19/07/2019



 
Rumah Yatim
Find Us
Kemitraan
Hubungi Kami di