Berita
Pencarian Bulan Tahun
Share on Google+ twitter facebook
40 Pengayuh Becak dapatkan Sembako di Hari Kemerdekaan RI ke 72
Di tulis oleh : Enuy Nuryati Pada tanggal 2017-08-22 09:36:22

Indonesia belum sepenuhnya merdeka, perekonomian bangsa ini masih dijajah, dengan model yang berbeda. Bahkan Menteri Perencanaan Pembangunan Bambang Brodjonegoro yang mengatakan, kondisi perekonomian Indonesia saat ini mirip dengan kondisi ekonomi Indonesia pada saat dijajah oleh Belanda. Kondisi berat tersebut sangat dirasakan betul oleh rakyat kecil yang menggantungkan hidupnya dari penghasilannya yang tak pasti karena perkembangan jaman yang kian pesat membuat mereka hidup dalam ketidakpastian setiap harinya. 

Seperti halnya tukang becak, yang pekerjaanya harus tergeser karena banyaknya ojeg online yang menjajakan fasilitas lebih menguntungkan dibanding mereka. Umar salah seorang pengayuh becak asal Kedaton Lampung beliau memaparkan betapa pedihnya kehidupan dirinya dan teman-temannya akibat perkembangan jaman tersebut.

“sasaran kami kan ibu-ibu dan anak-anak sekolah, namun sejak adanya ojeg online, kami benar-benar kehilangan pelanggan.” Paparnya kepada Hendy, Kepala Asrama Rumah Yatim Kedaton Lampung. 

Kini tak mudah baginya mendapatkan 20 ribu perhari, padahal dengan uang itu dia bisa bagi-bagi untuk kebutuhan di rumah, dimana tuturnya 10 ribu untuk beli beras, 5 ribu utnuk lauknya dan 5 ribu jika masih tersisa untuk kebutuhan sekolah anak-anaknya. Umar bukan satu-satunya tukang becak yang ada di Kedaton karena masih ada 39 tukang becak lainnya yang senasib dengannya. Karena itu pada saat Hendy menemui beliau untuk mensurvey mustahik yang berhak atas santunan sembako di hari kemerdekaan RI yang ke 72, Umar pun mengajukan teman-temannya untuk mendapatkan hak  yang sama dengan drinya.   

Pada 20 Agustus 2017 event kemerdekaan pun digelar di asrama yang berada di Jl. Sultan Agung No. 37 Kedaton Bandar Lampung, selain meriahnya event karena berbagai perlombaan. Event ini pun terlihat ramai dengan kehadiran Umar dan kawan-kawannya. Semoga suatu hari nanti mereka bisa merdeka tanpa harus di jajah oleh perekonomian yang kian hari kian mencekik mereka, sehingga setiap hari mereka harus kerja rodi untuk menyambung hidup. 




--------------------------------------
dibaca 363 kali



 Komentar

(tidak ada komentar)


 Tulis Komentar

Nama
Email (dirahasiakan)
Komentar


Berita Terbaru

Sambung Hidup Korban Banjir di Puusuli, Rumah Yatim Salurkan Paket Sembako
Selasa, 25/06/2019

Penuhi Kebutuhan Kebersihan dan Kesehatan Korban Banjir di Puusuli Konawe Utara
Selasa, 25/06/2019

Bantuan Logistik Rumah Yatim Disambut Gembira Korban Banjir Konawe Utara
Selasa, 25/06/2019

Bantuan Peralatan Kebersihan Dibagikan untuk Korban Banjir Konawe Utara
Selasa, 25/06/2019

Rumah Yatim Beri Bantuan Sembako untuk Korban Banjir Konawe Utara
Selasa, 25/06/2019

Bantuan ATM Berprestasi Diberikan Bagi Anak Yatim Dhuafa di Pekayon
Senin, 24/06/2019

Rumah Yatim Siapkan Bantuan Logistik Pangan Bagi Ratusan Korban Banjir
Senin, 24/06/2019

Anak Yatim Dhuafa Pekayon Dapat Perlengkapan Sekolah Gratis
Senin, 24/06/2019

Pasca Mudik, Anak Asuh Bintaro Kembali Jalani Rutinitas Asrama
Senin, 24/06/2019

Perlengkapan Sekolah Baru dari Rumah Yatim Dukung Pendidikan Rizky
Senin, 24/06/2019

Samir Senang Dapat Perlengkapan Sekolah Baru Jelang Masuk SD
Senin, 24/06/2019

Rizky Bercita-cita Jadi Pesepak Bola dan Bahagiakan Kakek
Senin, 24/06/2019

Semangat Tri dan Pengajar PAUD Mulia Tak Pernah Surut Berbagi Ilmu
Senin, 24/06/2019

Rumah Hanyut, Korban Banjir di Konawe Utara Dapat Bantuan
Senin, 24/06/2019

Relawan Rumah Yatim Survei Korban Banjir Kabupaten Konawe Utara
Senin, 24/06/2019

Puluhan Siswa PAUD Mulia Dapat Bantuan Perlengkapan Sekolah
Sabtu, 22/06/2019

Rumah Yatim Beri Apresiasi Bagi Empat Pengajar PAUD Mulia
Sabtu, 22/06/2019



 
Rumah Yatim
Find Us
Kemitraan
Hubungi Kami di