Berita
Pencarian Bulan Tahun
Share on Google+ twitter facebook
Kokom dan Engkus, Tetap Usaha Meski Sudah Tua
Di tulis oleh : enuy nuryati Pada tanggal 2017-08-08 09:48:12

“…kalau begitu apa yang dimaksud miskin itu wahai Rasulullah? Beliau menjawab, “Dia adalah orang yang tidak memiliki kekayaan yang bisa mencukupi kebutuhannya. Keadaannya tidak diketahui sehingga ada yang memberinya sedekah, sedangkan ia sama sekali tidak meminta-minta kepada orang lain.” (Muttafaq ‘alaih)

Demikianlah kondisi kokom, Kusmayadi dan Juju Mereka termasuk kriteria miskin yang sebutkan oleh Rasulullah dalam hadits di atas. Mereka sudah berusaha sekuat tenaga mencari rezeki, apa mau dikata kondisi mereka yang sudah tua ditambah lowongan pekerjaan semakin sempit dan keahlian mereka pun seadanya, jadinya mereka hanya bisa mencari seadanya sesuai dengan kemampuan mereka.

Seperti kokom, yang sudah kesana kemari mencari pekerjaan, dari Rumahnya di pajajaran hingga sampai di daerah Sukajadi dan sekitarnya menawarkan jasanya dari rumah ke rumah sebagai buruh cuci atau asisten rumah tangga. Terkadang dia mendapatkan pekerjaan itu, terkadang dia hanya gigit jari seharian tak kunjung ada yang membutuhkan jasanya, padahal di rumah kecilnya di harus membiayai seorang nenek yang buta yakni Juju yang kemarin dia bawa ke Rumah Yatim Cemara di Jl. Cemara No. 23, seorang tetangga yang baik hati yang memberikan tempatnya untuk bernaung bersama anaknya yang  single parent dan pengangguran akibat harus mengurus buah hatinya yang sakit-sakitan.

Sama halnya dengan Kusmayadi, karena sudah tua dan hidup sebatangkara dia pun menjualkan jasanya untuk membetulkan barang atau menjualkan barang, namun tidak semua orang membutuhkannya setiap hari ditambah tenaganya pun sudah tak mampu untuk bekerja melebihi kapasitas kemampuannya karena riwayat kesehatan Engkus yang pernah di operasi akibat herpes pun menambah ketidakmampunnya.

Tak serta merta Nenden Nurrahmi, Kepala Asrama Rumah Yatim Cemara menjadikan mereka mustahiknya, setelah krosceck dan membuktikannya sendiri Nenden pun memberikan mereka santunan rutin sembako tiap bulannya, biasanya mereka mengambil santuan tersebut langsung ke asrama, dari pertemuan singkat itupun akhirnya Nenden pun tahu sekelumit kisah mereka yang tinggal di gubuk yang berada diatas salah satu pemakaman umum besar di kota Bandung. Meski tinggal ditempat seperti itu namun semuanya tidak gratis mereka harus membayar tiap bulannya.

  



--------------------------------------
dibaca 719 kali



 Komentar

(tidak ada komentar)


 Tulis Komentar

Nama
Email (dirahasiakan)
Komentar


Berita Terbaru

Titania, Anak Asuh Bintaro Raih Peringkat 1 Berturut-turut di MI Nurul Iman
Sabtu, 20/07/2019

Pelatihan Menjahit IIB Darmajaya Sebagai Bekal Masa Depan Anak Asuh
Sabtu, 20/07/2019

Pengajar IIB Darmajaya Bekali Anak Asuh Rumah Yatim Keterampilan Menjahit
Sabtu, 20/07/2019

Uji Kreativitas Anak Asuh Kemang dengan Belajar Membuat Kaligrafi
Sabtu, 20/07/2019

Hidup Sebatang Kara, Maryatun Terima Bantuan Rumah Yatim
Sabtu, 20/07/2019

Sepuluh Keluarga Dhuafa di Tegal Barat Dapat Bantuan Rumah Yatim
Sabtu, 20/07/2019

Ajarkan Rasa Syukur, Asrama Kemang Libatkan Anak Asuh Salurkan Beasiswa
Sabtu, 20/07/2019

Rumah Yatim Bantu Pendidikan Anak Kurang Mampu di Kemang
Sabtu, 20/07/2019

Semangat Anak Asuh Kemang Jalani Tes Hafalan Antar Teman
Sabtu, 20/07/2019

Masuki Ajaran Baru, Lisa Terima Penghargaan dari SMP Al Mizan
Sabtu, 20/07/2019

Tak Miliki Bahan Pangan, Patijah Terima Sembako Rumah Yatim
Jum'at, 19/07/2019

Dokter Sandi: Telinga Alifah Alami Gangguan Serius
Jum'at, 19/07/2019

700 Orang Prasejahtera di Girimulyo Terima Bantuan Paket Sembako
Jum'at, 19/07/2019

Rumah Yatim Beri Alat Bantu Dengar untuk Alifah
Jum'at, 19/07/2019

Semangat Pantang Menyerah Dedi Agar Alifah Dapat Mendengar
Jum'at, 19/07/2019

Rumah Yatim Salurkan Bantuan untuk Guru Honorer di SD Ma'had As Sakinah
Jum'at, 19/07/2019

Ketiga Kalinya, Teh Kotak Gandeng Rumah Yatim Salurkan Bantuan Alat Sekolah
Jum'at, 19/07/2019



 
Rumah Yatim
Find Us
Kemitraan
Hubungi Kami di