LANGUAGE : ENGLISH

Profile

Menu Style

Cpanel

Rumah Yatim Siap Cetak 50 Dokter Yatim

16 May 2013

Rumah Yatim (RY) memiliki jutaan cara untuk mengembangkan potensi anak asuhnya. Sudah banyak yang diluncurkan dan diperkenalkan kepada masyarakat. Kal ini, RY meluncurkan program baru yaitu mencetak 50 dokter yatim.

Program mencetak 50 Dokter Yatim bukanlah program gebyar-gebyar dan pencitraan. Namun, lebih merupakan bentuk kepedulian kongkret RY terhadap anak yatim, dunia pendidikan dan kesehatan.

Acara peluncuran atau grand Launching program Mencetak 50 Dokter Yatim dilaksanakan di Menara 165, Jl TB Simatupang, Cilandak, Jakarta Selatan, Rabu (08/05) malam. Direktur Utama Rumah Yatim Lili H Abdurrahman mengatakan, ada dua sasaran di balik program tersebut. Yakni membuka peluang bagi anak yatim untuk menjadi dokter dan menutupi kebutuhan dokter di Indonesia.

Menurut Lili, kebutuhan dokter khususnya di daerah terpencil sangat tinggi. Dia menjelaskan, indeks rasio dokter di Tanah Air masih sangat minim. Perbanding seorang dokter di Indonesia masih satu per 25 ribu penduduk. Berdasarkan standar WHO, idealnya indeks rasio dokter yaitu satu berbanding 2.500 penduduk.

Persoalan lainnya, yakni sebaran dokter yang belum merata. "Kebanyakan dokter masih beroperasi di daerah perkotaan. Sementara di daerah terpencil, masih kekurangan dokter. Bahkan, banyak puskesmas di daerah terpencil yang kekurangan dokter," papar Lili kepada Taufik dari Save.

Selain menutupi kebutuhan dokter, saat ini profesi dokter di Indonesia masih sangat eksklusif. "Boleh dibilang, untuk menjadi seorang dokter itu mahal. Kami tertantang dengan fenomena tersebut," jelasnya.

Rumah Yatim akan membuktikan bahwa anak yatim yang tidak mampu pun bisa menjadi dokter. Untuk mewujudkan hal ini, pihaknya telah bekerja sama dengan empat perguruan tinggi dalam menyetak dokter yatim. Empat perguruan tinggi itu adalah Unpad, UI, Unair, dan UGM.

Calon dokter yatim itu, menurut Lili, yakni mahasiswa fakultas kedokteran yang proses kuliahnya terkendala biaya kuliah. "Kami akan biayai mereka agar bisa melanjutkan kuliahnya hingga menjadi dokter," tambahnya.

Selain mahasiswa kedokteran, pihaknya pun akan menyiapkan anak yatim yang duduk di bangku SMA kelas tiga untuk menjadi mahasiswa fakultas kedokteran. Seluruh biaya kuliahnya pun akan ditanggung oleh Rumah Yatim. Dari sekitar 50 ribu anak yatim di bawah binaan Rumah Yatim, 50 di antaranya akan dijadikan dokter professional yang berjiwa sosial tinggi.

Calon dokter itu, kata Abdurrahman, akan diikat kontrak untuk menjadi dokter di lokasi yang ditentukan oleh Rumah Yatim. Pihaknya akan memprioritaskan pendistribusian dokter yatim ke daerah terpencil.

‘’Yang lebih penting itu, calon dokter itu harus memiliki jiwa sosial yang tinggi,’’ tegasnya.

Dalam mendistribusikan dokter yatim, Rumah Yatim akan berkoordinasi dengan pemerintah. Sebab, pemerintah yang memiliki data tentang daerah yang kekurangan dokter.






Get the Flash Player to see this player.

time2online Joomla Extensions: Simple Video Flash Player Module


Get the Flash Player to see this player.

time2online Joomla Extensions: Simple Video Flash Player Module



You are here: